Tuesday, 22 May 2012

Untuk ibu yang selalu meneteskan air mata ketika kita pergi

♥ Bismillaahir Rahmaanir Rahiim ♥

Ingatkah engkau..
Ketika ibumu rela tidur tanpa selimut demi melihatmu tidur nyenyak dengan dua selimut membalut tubuhmu..??

Ingatkah engkau ketika jemari ibu mengusap lembut kepalamu..?? Dan ingatkah engkau ketika air mata menetes dari mata ibumu ketika ia melihatmu terbaring sakit..??

Sesekali jenguklah ibumu yang selalu menantikan kepulanganmu di rumah tempat kau dilahirkan...
Kembalilah memohon maaf pada ibumu yang selalu rindu akan senyumanmu..

Simpanlah sejenak kesibukan-kesibukan duniawi yang selalu membuatmu lupa untuk pulang..

Segeralah jenguk ibumu yang berdiri menantimu di depan pintu bahkan sampai malampun kian larut..


Jangan biarkan engkau kehilangan saat yang akan kau rindukan di masa datang ketika ibu telah tiada...
Tak ada lagi yang berdiri di depan pintu menyambut kita...
Tak ada lagi senyuman indah tanda bahagia...

Yang ada hanyalah kamar yang kosong tiada penghuninya.
Yang ada hanyalah baju yang digantung di lemari kamarnya.

Tak ada lagi yang menyiapkan sarapan pagi untukmu makan...
Tak ada lagi yang rela merawatmu sampai larut malam ketika engkau sakit...
Tak ada lagi dan tak ada lagi yang meneteskan air mata mendo'akanmu di setiap hembusan nafasnya...

Kembalilah segera...
Peluklah ibu yang selalu menyayangimu...
Ciumlah kaki ibu yang selalu merindukanmu dan berikanlah yang terbaik di akhir hayatnya..

Sahabat Fillah...
Berdo'alah untuk kesehatannya dan rasakanlah pelukan cinta dan kasih sayangnya..

Jangan biarkan engkau menyesal di masa datang..kembalilah pada ibu yang selalu menyayangimu...

Kenanglah semua cinta dan kasih sayangnya...

Ibu... maafkan aku...
Sampai kapanpun jasamu tak akan terbalas...


Jika hari ini mereka masih ada di sisi kita....
Berikan kebahagiaan bagi mereka...
Jangan tumpahkan setetespun air mata berharga mereka untuk meratapi kesalahan kesalahan yang kita lakukan...

Dan jika hari ini mereka telah kembali pada pangkuan sang pemilik KASIH SAYANG...
Doakan mereka dalam hening dan kusyu doa-doamu...

Aku bahagia terlahir di dunia ini sebagai anakmu ibu...
Aku bangga terlahir di bumi ini sebagai putra putrimu Ayah...

Maafkan aku jika hingga hari ini belum sedikitpun kalian tersenyum karenaku...

(♥ Subhallah & Semoga Bermanfaat ♥)
______________________________________________________
Jika menurut kalian, artikel ini bermanfaat.
Silakan di-share untuk teman Anda, sahabat Anda, keluarga Anda, atau bahkan orang yang tidak Anda kenal sekalipun.
semoga Anda juga mendapatkan balasan pahala yang berlimpah dari Allah Subhanahu Wa Ta'ala.

Aamiin Ya rabbal 'alamiin |

#BERSIHKAN HATI MENUJU RIDHA ILAHI#
... Subhanallah wabihamdihi Subhanakallahumma Wabihamdika Asyhadu Allailaaha Illa Anta Astaghfiruka Wa atuubu Ilaik ....

Atas Nama HAM, Izinkan Aku Pamer Aurat...!

By: Yulianna PS
Penulis Cerpen “Hidayah Pelipur Cinta”
Judul artikel ini gambaran dari generasi yang sakit akibat
ulah manusia perusak moral yang melumuri zaman dengan
kenistaan.
Pada zaman dahulu, wanita Indonesia identik dengan sifat
malu. Mereka malu memakai busana minim dan malu
berinteraksi dengan kaum Adam yang bukan mahram.
Kaum hawa masa lalu bersikap sesuai etika ketimuran, yang
menjaga sikap terhadap laki-laki, bukan karena jaim alias
jaga imej, tetapi karena memang ada rasa malu menyelinap
di dalam diri mereka.
Hari ini, manusia telah mengubah zaman, di mana para
wanita dijadikan sebuah boneka. “Atas nama HAM, izinkan
saya pamer aurat,” begitulah gambaran yang tepat aspirasi
para wanita kebanyakan.
Atas nama kebebasan, wanita Indonesia tidak malu-malu
melucuti busana di tempat umum agar disebut modern
seperti wanita barat. Melalui dunia hiburan, propaganda
barat telah sukses memalingkan muslimah Indonesia
berkiblat kepada jurang kehancuran.

Sunday, 29 April 2012

Budaya Mencontek

       Tidak bisa dipungkiri lagi, saat ini budaya mencontek dikalangan pelajar sudah mengakar sangat kuat. Bahkan saat ini sudah banyak sekali strategi atau pun macam-macam cara mencontek. Dari bertanya dengan temannya atau membuat catatan keci di meja, kertas ujian ataupum menyimpan buku dikolong meja. "Mereka" bahkan melakukan hal ini tanpa rasa malu ataupun takut , bahkan tidak sedikit yang sudah mengajak bekerja sama sebelum ujian.

       Bahkan sangat disayangkan mereka dapat membenarkan dari perbuatan mereka ini , seperti mengatasnamakan rasa solodaritas ataupun kebersamaan. Namun sebenarnya disini mereka sedang mematikan kreatifitas dan daya pikir mereka sendiri. Dengan menggantungkan diri kepada teman ataupun contekan. Bila hal ini terus dibiasakan , dapat dipastikan dimasa depannya mereka-mereka ini akan menyesal. Karena mencontek merupakan korupsi kecil, yang bilamana dibiarkan nantinya besar kemungkinan mereka akan menjadi individu yang pemalas dan akan terbiasa berkorupsi.  Dari sinilah penulis sangat menyayangkan, bagaimana jadinya nanti para generasi penerus bangsa ini? bila para pemudanya tidak kreatif.

Friday, 20 April 2012

Kebohongan Orang Tua

Dalam kehidupan kita sehari-hari, kita percaya bahwa kebohongan akan membuat manusia terpuruk dalam penderitaan yang mendalam, tetapi kisah ini justru sebaliknya. Dengan adanya kebohongan ini, makna sesungguhnya dari kebohongan ini justru dapat membuka mata kita dan terbebas dari penderitaan, ibarat sebuah energi yang mampu mendorong mekarnya sekuntum bunga yang paling indah di dunia. Itulah Kebohongan orang tua pada anaknya. Apa bukti bahwa mereka suka berbohong pada anaknya?
Cerita bermula ketika masih kecil, sebut saja si Andi, terlahir sebagai seorang anak laki-laki di sebuah keluarga yang miskin. Bahkan untuk makan saja, seringkali kekurangan. Ketika makan, sang Orang Tua sering memberikan porsi nasinya untuk Andi. Sambil memindahkan nasi ke mangkuk Andi, Orang Tua berkata : “Makanlah nak, aku tidak lapar”. KEBOHONGAN Orang Tua YANG PERTAMA
Ketika Andi mulai tumbuh dewasa, Orang Tua yang gigih sering meluangkan waktu senggangnya untuk pergi memancing di kolam dekat rumah, Orang Tua berharap dari ikan hasil pancingan, ia bisa memberikan sedikit makanan bergizi untuk petumbuhan.

Thursday, 5 April 2012

8 X 3 = 23

Yan Hui adalah murid kesayangan Confusius yang suka belajar, sifatnya baik. Pada suatu hari ketika Yan Hui sedang bertugas, dia melihat satu toko kain sedang dikerumunin banyak orang. Dia mendekat dan mendapati pembeli dan penjual kain sedang berdebat.
Pembeli berteriak: "3x8 = 23, kenapa kamu bilang 24?

"Yan Hui mendekati pembeli kain dan berkata: "Sobat, 3x8 = 24, tidak usah diperdebatkan lagi".

Pembeli kain tidak senang lalu menunjuk hidung Yan Hui dan berkata: "Siapa minta pendapatmu? Kalaupun mau minta pendapat mesti minta ke Confusius. Benar atau salah Confusius yang berhak mengatakan".

Yan Hui: "Baik, jika Confusius bilang kamu salah, bagaimana?"

Pembeli kain: "Kalau Confusius bilang saya salah, kepalaku aku potong untukmu. Kalau kamu yang salah, bagaimana?"