Tuesday, 20 December 2011

Menolong diri sendiri dengan “Menolong” ALLAH



Teringat sebuah ayat motivasi luar biasa,
“Wahai orang-orang yang beriman! jika kamu menolong (agama) ALLAH, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu.” (QS Muhammad: 7)
Adakah yang merasa berat menjalankan amanah?
adakah yang merasa terlalu lelah untuk melangkah?
adakah yang ragu pada pertolongan ALLAH?
jika kita membaca ayat diatas lalu mempertanyakan, “apakah benar semua orang yang menolong agama ALLAH akan ditolongNya?” maka kita perlu mengingat kembali kisah-kisah sarat mujizat yang telah membuktikan betapa luar biasa ALLAH membantu hambaNya yang berjuang untuk agamanya, sebagian diantaranya:

PEMBENTUKAN MINERAL



Mineral tanah adalah mineral yang terkandung di dalam tanah dan merupakan salah satu bahan utama penyusun tanah. Mineral dalam tanah berasal dari pelapukan fisik dan kimia dari batuan yang merupakan bahan induk tanah, rekristalisasi dari senyawa-senyawa hasil pelapukan lainnya atau pelapukan (alterasi) dari mineral primer dan sekunder yang ada.

Mineral mempunyai peran yang sangat penting dalam suatu tanah, antara lain sebagai indikator cadangan sumber hara dalam tanah dan  indikator muatan tanah beserta lingkungan pembentukannya. Jenis mineral tanah secara garis besar dapat dibedakan atas mineral primer dan mineral sekunder.

MINERAL PRIMER
Mineral primer adalah mineral tanah yang umumnya mempunyai ukuran butir fraksi pasir (2 – 0,05 mm). Contoh dari mineral primer yang banyak terdapat di Indonesia beserta sumbernya disajikan dalam Tabel 1.

Tabel 1. Beberapa jenis mineral primer

Analisis jenis dan jumlah mineral primer dilakukan di laboratorium mineral dengan bantuan alat mikroskop polarisasi. Pekerjaan analisis mineral primer dilaksanakan dalam dua tahapan, yaitu pemisahan fraksi pasir dan identifikasi jenis mineral.

Pemisahan fraksi pasir
Prinsip dasar pemisahan fraksi pasir adalah menghilangkan material penyemen yang menyelimuti atau menyemen butir-butir pasir dan memisahkan butir mineral berukuran fraksi pasir dari fraksi debu dan liat. Material yang menyeliputi butir pasir dalam tanah umumnya berupa bahan organik. Namun pada beberapa jenis tanah, material penyeliput tersebut selain oleh bahan organik, juga oleh besi (pada tanah merah) dan oleh karbonat (pada tanah kapur). Bahan organik dihilangkan dengan hidrogen peroksida (H2O2) besi dengan sodium dithionit (Na2S2O4) dan karbonat dengan Chlorida (HCl).

HIPOTESIS TERBENTUKNYA BUMI


A. Geosentris vs Heliosentris
Banyak para ahli telah mengemukakan hipotesisnya tentang kedudukan bumi di alam semeste ini. Ada dua hipotesis yang sangat terkenal dan keduanya sangat berbeda. Demokritos (460-370 SM) berpendapat bahwa semua benda langit bergerak mengelilingi massa sentral, yaitu bumi. Paham ini berkembang sebelum abad XVII yang disebutnya sebagai paham Geocentris yang menyatakan bahwa “bumi merupakan pusat dari segalanya”, matahari; bintang; planet-planet, dan bulan beredar mengelilingi bumi.

Paham Geosentris telah lama ditinggalkan setelah diketahuinya bahwa bumi hanya merupakan salah satu planet kecil saja, yang bersama-sama planet lainnya beredar mengelilingi matahari. Paham yang terakhir ini disebut dengan Heliocentris. Copernicus (1473-1543) diantaranya yang mengemukakan bahwa matahari merupakan pusat alam semesta dan kedudukannya tetap serta seluruh gerakannya hanya merupakan hayalan belaka dari gerakan bumi.

Perkembangan selanjutnya Isaac Newton (1643-1723) dengan Teori Gravitasinya membuktikan bahwa suatu kekuatan yang mengatur pergerakan bumi, planet, dan benda lainnya yang berputar pada porosnya dan atau orbitnya. Gaya yang bekerja tersebut berbanding terbalik dengan kuadrat jaraknya.






B. Hipotesis-Hipotesis Tentang Terbentuknya Bumi
Secara khusus, tentang terjadinya bumi dengan beberapa hipotesisnya dipelajari dalam suatu ilmu yang disebut Kosmogoni. Beberapa hipotesis tentang terbentuknya bumi antara lain dikemukakan oleh para ahli berikut ini.

Ketika....

Ketika kerjamu... 
Tidak dihargai,maka saat itu... 
Kau sedang belajar tentang: 
KETULUSAN 
Ketika usahamu dinilai... 
Tidak penting, maka saat itu... 
Kau sedang belajar tentang: 
KEIKHLASAN 
Ketika hatimu... 
Terluka sangat dalam, maka saat itu kau sedang belajar tentang: 
MEMAAFKAN 
Ketika kau harus " lelah dan kecewa " 
maka saat itu kau sedang belajar tentang: 
KESUNGGUHAN 
Ketika kau merasa " sepi dan sendiri " 
maka saat itu kau sedang belajar tentang: 
KEMURAHAN HATI 
-Tetap semangat... 
-Tetap sabar... 
-Tetap tersenyum... 
-Terus belajar... 
Karena kau sedang menimba ilmu di universitas 
" KEHIDUPAN " 
Engkau berada di tempatmu sekarang bukan karena KEBETULAN 

ARTI WALL (DINDING) PADA FACEBOOK <> {Antara Facebook dan Yahudi}


1. Tembok Ratapan

Ibu Kota Israel yang luasnya sekitar 700 kilometer ini adalah kota yang berdiri di sekitar pegunungan yang indah. Penuh dengan situs-situs suci bagi umat berbagai agama, sehingga menjadi magnet bagi wisatawan dari berbagai penjuru dunia. Tembok Barat alias Tembok Ratapan, misalnya. Dinding bait suci di Jerusalem yang dibangun oleh Raja Salomon atau Sulaiman dan Bait Suci itu hancur ketika Israel diserbu tentara Romawi pada 70 Masehi. Bangsa Yahudi percaya tembok ini tidak ikut hancur karena di tempat ini berdiam Shekhinah. Dengan demikian, berdoa di tembok ini sama artinya berdoa kepada Tuhan. Biasanya, peziarah dari berbagai penjuru dunia juga menyelipkan kertas doa di sela-sela batu tembok ratapan.

Tembok ini dulunya dikenal hanya sebagai Tembok Barat, tetapi kini disebut "Tembok Ratapan" karena di situ orang Yahudi berdoa dan meratapi dosa-dosa mereka dengan penuh penyesalan. Selain mengucapkan doa-doa mereka, orang Yahudi juga meletakkan doa mereka yang ditulis pada sepotong kertas yang disisipkan pada celah-celah dinding itu.
Panjang tembok ini sebenarnya sekitar 485 meter. Namun kini yang tersisa hanya 60 meter. 

Tembok tersebut berbatasan langsung dengan Masjid Al-Aqsa dan Masjid Omar. Bagi kaum muslim, dinding ini merupakan dasar dari Masjid Suci Al-Aqsa. Tembok ini dibagi dua dengan sebuah pagar pemisah atau mechitza untuk memisahkan laki-laki dan perempuan karena Yahudi ortodoks saat berdoa tidak boleh bersama-sama dengan perempuan.
Pada 1948 hingga 1967, Yahudi tidak diperkenankan untuk mendatangi tembok ini lantaran berada di bawah pengawasan pemerintahan Yordania.

2. Apakah Hubungan Tembok Ratapan dengan Wall Facebook?